Prajurit hidup Sederhana
PRAJURIT TNI HARUS MEMBIASAKAN HIDUP SEDERHANA |
Senin, 5 Januari 2009 00:00:00 - Oleh : puspen - Dibaca : 606 kali |
![]() KODAM V/BRW (5/1),- Keluarga prajurit TNI harus bisa membiasakan diri hidup sederhana, menerima keadaan dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga bisa terhindar dari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri maupun keluarga. Hal ini ditegaskan oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Soewarno, S.IP, M.Sc, ketika memberikan pengarahan kepada para isteri prajurit Kodam V/Brawijaya beserta suaminya, pada Rabu (31/12) di Makodam V/Brawijaya. Pengarahan Pangdam tersebut diikuti oleh para Kabalak, Komandan Satuan jajaran Kodam V/Brawijaya dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya Ny. Sri Pujiastuti Soewarno beserta anggotanya. Orang nomor satu di Kodam V/Brawijaya ini menyampakan pengarahannya diawali dengan memberikan gambaran situasi, baik dibidang politik, keamanan maupun ekonomi bangsa Indonesia saat ini, serta netralitas anggota TNI dalam menyikapi Pilkada, Pilgub maupun Pilpres 2009 yang akan datang. Mengenai netralitas TNI, Jenderal yang mengawali karier militernya sejak tahun 1977 ini dengan pangkat awal Letnan Dua, senantiasa tidak pernah merasa bosan dalam mengingatkan prajuritnya untuk bersikap netral. Karena selain sudah menjadi komitmen TNI, bahwa TNI berada pada semua golongan, juga sudah tertuang dalam Undang Undang yang harus dipatuhi dan dilaksanakan dengan baik dan benar. Apabila peringatan pimpinan TNI ini dilanggar oleh prajuritnya, dengan sengaja ataupun tidak, maka sangsi dan hukumannya pasti akan dijatuhkan dengan tidak memandang pangkat dan jabatannya, kata Pangdam. Pada bidang profesionalitas TNI, mantan pengawal Presiden ini menjelaskan, bahwa TNI saat ini menurutnya tidak mempunyai apa-apa, dengan artian dalam meningkatkan kemampuannya melalui belajar dan berlatih, anggaran TNI sangat terbatas, bahkan kalau boleh jujur tidak mencukupi. Namun kebesaran hati dan jiwa TNI serta semangatnya, patut mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi, sebab peningkatan profesionalitas TNI tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan anggaran latihan, tetapi dititik beratkan pada ketulusan pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia. Suasana pengarahan tersebut terasa sangat dinikmati oleh pesertanya, dikarenakan jenderal yang kelihatan serem tapi kenyataannya sangat lembut dan penuh perhatian kepada semua anggotanya ini, menyampaikannya arahannya selalu diselingi dengan humor dan berita terbaru yang menjadi konsumsi prajurit TNI beserta keluarganya, sehingga rata-rata para peserta betah berlama-lama mendengarkan kalimat demi kalimat yang terucap dari bapak 3 putra ini. |

Komentar
Posting Komentar